Hukum Wanita Melihat Laki-Laki

Apakah hukum wanita memandang laki-laki di
televisi atau memandang
lelaki secara langsung ketika
sedang berada di jalan?
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
rahimahullah
menjawab:
Wanita memandang lelaki
baik lewat televisi maupun secara langsung, tidak
lepas dari dua keadaan berikut:
1. Memandang dengan syahwat
dan memandang dalam rangka bernikmat-nikmat
(misalnya menikmati
kegantengan lelaki yang
dilihat, pent.) ini hukumnya
haram karena di dalamnya
terdapat kerusakan dan
fitnah (bencana).
2. Sekedar memandang, tanpa adanya syahwat dan
bukan ingin bernikmat-nikmat, maka ini tidak
mengapa menurut
pendapat yang lebih tepat dari para ulama.
HUKUMNYA BOLEH sebagaimana hadits
yang terdapat di Shahihain:
ﺔﺸﺋﺎﻋ ﻥﺃ ﻲﺿﺭ ﻪﻠﻟﺍ
ﺖﻧﺎﻛ ﺎﻬﻨﻋ ﺮﻈﻨﺗ ﻰﻟﺇ
ﺔﺸﺒﺤﻟﺍ ﻢﻫﻭ ، ﻥﻮﺒﻌﻠﻳ
ﻥﺎﻛﻭ ﻲﺒﻨﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ُﻪَّﻠﻟﺍ
ِﻪْﻴَﻠَﻋ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ﺎﻫﺮﺘﺴﻳ ﻢﻬﻨﻋ
“Aisyah Radhiallahu’anha
pernah melihat orang-orang
Habasyah bermain di masjid
dan Nabi Shalallahu’alahi
Wasallam membentangkan
sutrah agar mereka tidak
melihat ‘Aisyah “. Hadits ini
menunjukkan bolehnya hal
tersebut.
Karena para wanita itu
berjalan di pasar-pasar dan melihat para lelaki
walaupun
mereka berhijab, sehingga
mereka bisa melihat para
lelaki sedangkan para lelaki
tidak bisa melihat mereka.
Namun syaratnya, tidak terdapat fitnah dan syahwat.
Jika menimbulkan fitnah dan
syahwat maka haram, baik
lewat televisi maupun secara
langsung.
Sumber: Majmu’ Fatawa
Mar’ah Muslimah 2/973,

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s